Pendidikan

Kontribusi Mahasiswa Pada TNI Sangat Diharapkan

Mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI). salah satu caranya melalui kemitraan dalam pengembangan alat utama sistem persenjataan (alutsista) produksi dalam negeri.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM),

“Sudah mulai berkembang (alutsista dalam negeri) dan salah satu pelopor yang bisa mendukung teknologi Indonesia adalah mahasiswa atau akademisi,” ujar Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Hadi mempertegas, saat ini banyak masalah yang sedang dihadapi. Antara lain ancaman cyber, ancaman biologi dan kesenjangan. Penanganan ancaman-ancaman tersebut membutuhkan peralatan yang syarat dengan teknologi.

“Kami memerlukan peralatan untuk memitigasi tersebut. Kalau bukan lulusan universitas yang ada di Indonesia, siapa lagi Itu harapan utamannya. Sehingga produksi pertahanan kami betul-betul terdukung dengan kemampuan intelektual mahasiswa dan mahasiswinya,” tegas Hadi.

Ancaman juga berasal dari luar. Seperti kasus penyelundupan 1,6 ton sabu yang terjadi di Kepulauan Riau beberapa saat lalu. Sinergi antara TNI Polri pun terus dilakukan. Sekaligus dengan badan narkotika nasional (BNN) dan Bea Cukai.