Nasional

Kenaikan Pangkat Bagi Anggota Pengungkap Narkoba 1,3 Ton

Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia memberikan penghargaan kepada anggotanya yang sukses mengungkap kasus penyelundupan narkoba jenis sabu seberat1.037,58kilogram oleh kapal MV Sunrise Glory di Selat Philip, Kepulauan Riau.

Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia saat memimpin serah terima jabatan

“Itu (kenaikan pangkat) sedang proses, kita usulkan untuk anggota lalu untuk perwiranya mendapatkan sekolah mendahului teman-temannya,” ujar Pangarmabar saat memimpin serah terima jabatan 4 posisi strategis yakni Danguspurla Armabar dari Laksamana Pertama TNI Arsyad Abdullah kepada Kolonel Laut (P) Irvansyah, Danguskamla Armabar dari Laksamana Pertama TNI Bambang Irwanto kepada Kolonel Laut (P) Dafit Santoso.

Danlantamal lll Jakarta dari Laksamana Pertama TNI M. Richard kepada Kolonel Laut (P) Denih Hendrata. Danlantamal Xll Pontianak Brigjen TNI (Mar) Endi Supardi kepada Laksamana Pertama TNI Gregorius Agung serta Aspers Pangarmabar Kolonel Laut (P) H. Yudho Warsono kepada Kolonel Laut (P) Deni Herman.

Selaku Pangarmabar, hukuman kepada oknum prajurit yang melanggar diberikan oleh dirinya dan akan memberikan penghargaan kepada prajurit yang berprestasi. “Ada dewannya, nanti kita kaji setiap keberhasilan. Ini patut enggak untuk bisa peningkatan. Kita dalami lagi, yang jelas prajurit yang berprestasi dapat perhatian khusus dari saya selaku panglima dan komandannya,” ucapnya.

Pangarmabar menambahkan, untuk mengatasi seluruh kegiatan ilegal di laut kata kuncinya adalah sinergitas. Menurut dia, TNI Angkatan Laut (AL) dan polisi tidak bisa sendiri dalam mengatasi permasalahan di laut.

“BNN tak bisa sendiri, kementerian/lembaga, semua kita mesti bersinergi. Saya bisa dapat itu lihat saya kerjasama dengan BNN dan Bea Cukai. Polisi berhasil juga kerja sama dengan Bea Cukai. Jadi kata kunci keberhasilan semua sinergi. Jadi enggak bisa menang-menangan satu matra, kementerian, lembaga jadi super sendiri. Untuk menjawab kekurangan,belum optimalnya, ya sinergi,” tegasnya.