Wisata

Sampah Menumpuk, Bikin Turis Ogah Berkunjung ke Bali

Persoalan sampah di Indonesia cukup pelik. Pada tahun 2017 lalu Indonesia berada di posisi kedua sebagai negara penyumbang sampah plastik terbesar di dunia.

Bali, menjadi salah satu kota yang akhir-akhir ini dirundung masalah dampak sejumlah pantainya tercemar sampah.

Peneliti Sustainable Waste Indonesia Dini Trisyanti mengatakan bahwa pencemaran sampah laut-laut Bali 80 persennya berasal dari darat. Ternyata kondisi tersebut berpengaruh pada industri pariwisata di Bali, mengingat Bali menjadi salah satu magnet pariwisata dunia.

“Pernah waktu itu ada forum yang membahas bahwa turis asing enggak mau ke Bali karena sampah,” ungkap dia saat ditemui dalam acara perbincangan publik dengan tema Kerja Bareng untuk Indonesia Bersih di Area Menteng Jakarta Pusat.

Tidak hanya itu, tercemarnya pantai di Bali pun berefek pada eksosistem laut di sana. Ia mengatakan, salah satunya adalah terganggunya kehidupan penyu-penyu di sana.

Untuk itu, perlu adanya tindakan konkrit dan penemuan untuk menangani pencemaran di darat secara konkret. Mulai dari sosialisasi program isu sampah di perkampungan, pendampingan bisnis daur ulang, kerja bakti, dan kampanye Save Bali Beach.

Jika terkait data kuantitatif masih kami verifikasi, ada sejumlah kondisi yang tak sama di Bali dengan kota lain lantaran banyak di Bali selain populasi penduduk tetapi juga banyak turis. Jadi analisis kami yang sifatnya kuantitatif belum. Namun jika dari populasi dapat angka 2.500 ton per hari dari populasi saja tapi di bali kan bukan hanya dari masyarakat dan hipotesis kami jauh| lebih dari itu,” jelas dia.