Kesehatan

Pro dan Kontra Beer Yoga

Bertujuan untuk membersihkan pikiran dan membuat indra tubuh kita lebih fokus, yoga menjadi sangat populer dalam dekade terakhir ini sebagai salah satu cara untuk melawan tekanan dari kehidupan modern.

Dua tahun lalu, dua orang instruktur di Jerman bernama Emily dan Jhula membuat terobosan untuk membuat kelas yoga yang lain dari biasanya. Tren yoga ini sempat populer di sejumlah negara seperti Thailand dan Australia.

Pro dan Kontra Beer Yoga

Pesertanya mendapat 2 botol bir sebagai alat bantu. Bukan untuk diminum saat kelas berlangsung melainkan diletakkan di kepala sembari melakukan pose-pose menantang seperti Tree Pose. Variasi ini menuntut keseimbangan yang baik, yang artinya butuh core muscle yang sangat kuat.

Tetapi jenis yoga ini dianggap nyeleneh oleh sejumlah pelaku purist yoga, yaitu jenis yoga yang masih tradisional dan mengikuti ajaran dari Sage Patanjali, guru yoga yang mengkompilasi Yoga Sutra pada tahun 400 SM lalu, demikian dikutip dari The Times.

Kritik-kritik yang bermunculan menyebut beer yoga tidak bisa diterima dan dianggap sebagai gimmick iklan yang ditujukan untuk menambah pundi-pundi uang. Louise Wallace, salah satu praktisi purist yoga dan anggota Yoga Alliance Practice (YAP) menyebut kata ‘yoga’ menjadi hilang maknanya lantaran beer yoga.

“Yoga merupakan sebuah praktek keramat yang mempunyai akar filosofi dan spiritual yang mendalam. Alkohol tidak kompatibel dengan yoga,” tuturnya. Pihak YAP sendiri telah mengeluarkan peringatan untuk para anggotanya bahwa mereka tidak membenarkan praktek yoga dengan minum-minum tersebut.

Namun bagaimanapun, beer yoga tak kurang dukungan dari para praktisinya. Guzel Mursalimova, pemilik salah satu kelas beer yoga di London mengklaim bahwa beer yoga menjadikan yoga semakin mudah diakses untuk semua orang.

“Beer yoga menjadikan yoga tak mengintimidasi bagi orang-orang yang belum pernah mencoba yoga,” katanya. Hal ini juga dikarenakan alkohol dikenal sebagai salah satu pilihan untuk merilekskan diri setelah hari yang sibuk.

“Beberapa orang berpikir bahwa mencampurkan keduanya tak dapat diterima dan aku menghargai opini mereka tetapi yang aku inginkan adalah membawa sesuatu ke dalam kehidupan sehari-hari ke dalam kelas (yoga) dan membuatnya sedikit tak menakutkan.”

Mursalimuva mengungkapkan bahwa ada sekitar 1,200 orang mengikuti 50 kelas beer yoga pada Juni tahun lalu, dan menyebutkan bahwa mencampurkan bir mendorong para pria untuk mengikutinya. Lantaran biasanya, olahraga ini lebih digandrungi oleh para wanita.