Wisata

Pesona Wisata Nagari Andaleh Di Kab. Tanah Datar

Nagari Andaleh yang terletak di pinggang Gunung Merapi sebelah selatan itu, selain memiliki daya tarik berupa kebun-kebun bunga, ternyata juga merupakan salah satu penyaji panorama alam terindah di muka bumi. Tidak heran, jika revitalisasi penyajian film; Tenggelamnya Kapal Vander Wijk mengambil sebagian lokasi shootingnya di desa ini.

Keindahan panorama alam Nagari Andaleh, bisa dinikmati dari banyak tempat. Lokasi paling menarik dari penurunan jalan setapak berbeton ke persawahan Guguak Lereng sampai ke simpang Tui desa itu. Karena dari situ terpajang pemandangan alam ke arah barat, selatan dan timur.

Dari lokasi ini ke arah barat terlihat indahnya terasering sawah dari pinggang Gunung Merapi ke kaki gunung sampai perkotaan Padang Panjang dengan view Gunung Singgalang. Ke arah timur, selain keindahan terasering sawah, juga perkampungan agraris kawasan Kecamatan Batipuh dan Batipuh Selatan dengan view Danau Singkarak.

Lantaran mengasyikan, jalan setapak berbeton, tempat petani Andaleh membawa hasil tanaman padi, sayur dan palawijanya itu mulai ramai jadi area jalan pagi oleh warga dari Kota Padang Panjang. Lagian, jaraknya ke pusat Kota Serambi Mekah itu hanya sekitar 7 KM.

Pesona Wisata Nagari Andaleh Di Kab. Tanah Datar

Namun lokasi shooting filem; Tenggelamnya Kapal Vander Wijk bukan di jalan setapak yang melintasi persawahan penduduk Andaleh itu. Tetapi di lokasi lain di Andaleh, yakni di Jorong Subarang. Tepatnya di sebuah area tepi jalan ke Sikaladi, jalan alternatif Kota Padang Panjang – Sikaladi/Batusangkar.

Begitu juga jika ingin menikmati panorama alam ke arah pantai Kota Padang. Karena, pemandangan ke arah pantai di Ibukota Provinsi Sumatera Barat itu bisa dilihat lewat lahan pertanian bagian atas dari Nagari Andaleh. Dan itu bisa dijangkau dengan roda dua, atau roda empat lewat jalan lingkar desa.

Itu pula hebatnya Andaleh, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, yang kini dipimpin oleh Wali nagari F.Dt. Rajo Mangkuto, sudah punya jalan lingkar. Sedang di dalam desa terdapat puluhan usaha kebun bunga milik warga yang tergabung pada Kelompok Wanita Tani Bunga Mutiara (KWT-BM) pimpinan Eli Sofia.

Pada  Agustus mendatang di desa ini akan digelar festival bunga  seSumatra Barat atas inisiatif KWT-BM. Tujuannya untuk meningkatkan keberadaan Andaleh Batipuh sebagai sentra tanaman hias. Rencana ini menurut salah seorang tokoh muda Andaleh, Nova Hendria, sangat direspon oleh Pemkab Tanahdatar. Bahkan didorong jadi event tahunan.