Internasional

Wakil Menteri Saudi Dikecam Dan Dipuji Setelah Copot Cadar

Wakil Menteri Kerajaan Arab Saudi untuk Pendidikan Anak Perempuan Haya Al Awad mendapat kecaman publik di media sosial setelah mencopot cadarnya. Tetapi, dia mendapatkan banyak pembelaan dan pujian termasuk dari ulama atas penampilannya di depan publik.

Al Awad tidak berkomentar atas keputusannya mencopot busana yang hanya memperlihatkan bagian matanya. Beberapa pengguna media sosial mengecam dengan anggapan “tidak mengikuti tradisi agama dan sosial” di negaranya.

Tetapi, para ulama dan tokoh ternama Saudi, memuji dan membelanya dengan alasan Al Awad tidak melakukan kesalahan apa pun atas penampilan barunya. “Dr Haya Al Awad hidup sesuai dengan keyakinannya dalam kerangka pluralisme hukum yurisprudensi,” kata Sulaiman Al Tareefi, seorang ulama Arab Saudi.

“Yurisprudensi kami sudah memutuskan bahwa masalah ijtihad, penalaran independen yang bertentangan dengan imitasi, tidak dapat diberhentikan,” lanjut Tareefi, seperti dikutip Gulf News, semalam (17/4/2018).

Sementara itu, Saud Al Musaibeeh, konsultan media dan pendidikan, memuji wakil menteri tersebut lantaran mengadopsi sikap para ulama yang mengizinkan perempuan tidak menutupi wajah mereka.
“Dia mengikuti apa yang dia yakini benar terlepas dari apa yang harus dia tanggung dari orang-orang yang menentang pandangannya,” kata Saud Al Musaibeeh.

“Sayangnya, ada orang-orang yang ingin merebut setiap kesempatan untuk menyerang seorang pejabat wanita dan untuk menghasut publik terhadapnya. Orang-orang harus benar-benar berhati-hati tentang upaya subversi semacam itu yang dihasilkan oleh mereka yang bersembunyi di balik komputernya,” lanjut Al Musaibeeh, mengacu pada para pengguna media sosial pengecam Al Awad.

Haya Al Awad

Kritikus sastra Abdullah Al Ghadami mengatakan bahwa Al Awad sudah mengikuti pandangan pemuka agama dan siapa pun yang menyerangnya akan melanggar hak-hak yurisprudensi.

Blogger di Saudi, Hatoon Qadhi, mengatakan bahwa meskipun Al Awad menjauh dari masalah yang terkait dengan hijab, niqab dan burka, dia merasa bahwa wakil menteri itu harus bergabung dalam debat publik setelah serangan verbal muncul terhadap seorang wanita terhormat yang memegang posisi tinggi di Kerajaan Arab Saudi.

“Dr Haya tidak membutuhkan siapa pun untuk membelanya, lantaran dia tidak melakukan kesalahan. Bahkan, saya berharap dia akan terus maju dan mengadili semua orang yang sudah menyiksanya,” tulis Qodhi.