Kesehatan

Apakah Kandungan Gula Dalam Susu Formula Bayi Berbahaya?

Di dalam susu formula yang diberikan pada si kecil, terdapat kandungan gula yang mungkin tidak Anda sadari. Ada yang bilang gula dalam susu formula ini mempunyai dampak buruk bagi kesehatan dan perkembangan si kecil. Apakah ini benar? Lalu apa sajakah jenis gula dalam susu formula? Apakah aman untuk dikonsumsi dalam jumlah banyak? Simak jawabannya berikut ini;

Apa saja jenis gula dalam susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan?

Apakah Anda pernah perhatikan komposisi dan nilai gizi dari kemasan susu formula yang diberikan pada buah hati? Nah, coba lihat seberapa banyak kandungan gula yang ada di dalamnya. Mungkin, Anda tidak menemukan kandungan gula tertera pada nilai gizi atau komposisi susu formula, karena biasanya gula yang digunakan adalah jenis tertentu. Memang ada banyak jenis gula sehingga Anda bisa saja tidak menyadarinya.

Pada susu formula untuk bayi di bawah usia 6 bulan yang mempunyai gangguan khusus sehingga tidak bisa mendapatkan ASI, ada dua jenis gula yang terkandung di dalamnya, yaitu:

  • Laktosa
  • Maltosa

Ada beberapa produk susu yang juga mengandung gula maltodextrin di dalamnya. Tetapi, sejauh ini kandungan gula yang ada dalam susu formula dibuat semirip mungkin dengan ASI. Entah itu kadar karbohidrat, gula, lemak, dan zat gizi lainnya.

Hal ini sudah diatur oleh WHO. Sekarang, sudah banyak yang mengubah gula dalam produk susu formulanya dengan seluruhnya laktosa. Ini karena pada dasarnya gula yang terkandung dalam ASI adalah laktosa.

Apakah Kandungan Gula Dalam Susu Formula Bayi Berbahaya?

Apa saja jenis gula dalam susu formula untuk usia lebih dari 6 bulan?

Sementara pada susu formula yang diperuntukkan bagi bayi di atas 6 bulan, kebanyakan dari produknya mengandung gula jenis sukrosa. Sukrosa adalah jenis gula buatan yang rasanya jauh lebih manis ketimbang laktosa dan maltosa.

Satu sendok teh sukrosa mengandung 17 kalori dan bisa dengan mudah membuat kadar gula darah melonjak. Sukrosa ini yang dianggap sebagai jenis gula yang berisiko menyebabkan anak mengalami obesitas (kelebihan berat badan).

Apa efeknya kalau gula dalam susu formula bayi?

Beberapa penelitian sudah membuktikan jika susu formula yang diberikan saat anak berusia balita bisa menyebabkannya mengalami obesitas bahkan sampai ia dewasa kelak. Hal ini disebabkan lantaran terlalu banyak kandungan gula dalam susu formula yang dikonsumsi dan tidak disadari oleh para orangtua.

Oleh sebab itu, jika memang bayi Anda tidak mengalami gangguan kesehatan apa pun dan tidak perlu diberikan susu formula, maka sebaiknya berikan buah hati ASI saja secara eksklusif. Apalagi, jika si kecil masih berusia di bawah 6 bulan. Sementara pemberian susu formula untuk anak yang di atas 6 bulan sebaiknya Anda konsultasikan dulu pada ahli gizi. Ini supaya porsi pemberiannya sesuai dan anak tidak akan kelebihan gula.