Kesehatan

Hasil Penelitian, Cecendet Alias Ciplukan Ampuh Atasi Nyeri Karena Lupus

Nama tanaman cecendet bagi sebagian orang memang terdengar asing. Ciplukan, demikian nama lainnya. Belakangan, tanaman liar ini semakin diburu lantaran dianggap berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit.

Bahkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh LSM nirlaba peduli lupus Syamsi Dhuha Foundation (SDF) bekerja sama dengan Farmasi ITB (Institut Teknologi Bandung) dan Kedokteran Universitas Padjadjaran membuktikan bahwa ekstrak cecendet berkhasiat untuk mengurangi nyeri bagi pengidap lupus.

Kini hasil penelitian yang dilakukan selama kurang lebih satu tahun itu sudah membuahkan hasil. Dengan menggandeng Kimia Farma, ekstrak cecendet dapat diproduksi secara massal berbentuk kapsul dengan nama Lesikaf.

Ketua SDF Dian Syarief mengatakan penelitian senilai Rp 500 juta itu didanai dari hasil swadaya. Uang tersebut kemudian digunakan untuk studi pustaka, pre klinis, uji klinis sampai akhirnya menghasilkan ekstrak cecendet yang aman dan terjamin. “Kita ingin hasil penelitian ini bisa terdistribusikan ke semua daerah. Sehingga kita gandeng Kimia Farma untuk produksi,” kata Dian usai acara launching Lesikaf di Aula Barat ITB, Minggu (6/5/2018).

Dari hasil penelitian tersebut Lesikaf tidak menyembuhkan tapi bisa mengurangi rasa sakit pada persendian yang selalu dialami oleh penderita lupus. “Ini sudah melalui penelitian, dan tidak sembarangan. Berbentuk herbal sehingga cocok dan aman,” kata Dian.

Hasil Penelitian, Cecendet Alias Ciplukan Ampuh Atasi Nyeri Karena Lupus

Sementara itu salah seorang peneliti Prof Elin Yulinah mengatakan cecendet mengandung senyawa fisalin yang berkhasiat untuk sebagai anti radang. “Khasiatnya menurunkan radang dan menurunkan protein dalam urine,” ujar Elin.

Elin mengatakan jika dikonsumsi secara teratur dan terus menerus bisa memperbaiki taraf kehidupan pengidap lupus. Terlebih tidak ada efek samping yang ditimbulkan dari ekstrak cecendet tersebut pada tubuh.

Cecendet sendiri mempunyai nama lain seperti ciplukan, nyurnyuran atau kopok-kopokan. Tanaman bernama latin physalis angulate ini dulu mudah sekali ditemukan dan tumbuh liar di mana saja.

Kini ekstrak tanaman berwarna hijau ini dapat diperoleh dalam bentuk kapsul bernama Lesikaf. Satu wadah Lesikaf dibanderol dengan harga Rp 73 ribu, tetapi pada acara launching turun harga menjadi Rp 50 ribu.

Ekstrak cecendet itu harus dimakan secara berkala dua kapsul dalam satu hari. Dengan memakannya secara teratur dipercaya mampu mengurangi rasa nyeri yang diakibatkan peradangan.