BisnisEkonomi

Per 1 Juni, Sebanyak 1.962 SPBU Di Jamali Mulai Jual Premium Lagi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan Peraturan Presiden terkait kewajiban penyaluran premium di wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali) sudah terbit. Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2018 sebagai revisi Perpres 191 Tahun 2014 tentang Pendistribusian dan Harga Jual BBM

“Sudah jadi, Perpres Nomor 43 tahun 2018,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Djoko Siswanto di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis 31 Mei 2018.

Djoko mengatakan, secara simbolis akan dilakukan pengaliran premium di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sebagai bentuk kembali ditugaskannya penyaluran Premium di Jamali. Jika tidak ada aral melintang, pengaliran BBM jenis premium di SPBU Jamali akan dilakukan besok.  “Besok kita rencana simbolis penyerahan, mulai mengalir premium di Jamali,” katanya.

Per 1 Juni, Sebanyak 1.962 SPBU Di Jamali Mulai Jual Premium Lagi

Namun begitu, rencana penyerahan secara simbolis Premium sebagai bentuk kembali ditugaskannya Pertamina untuk menyalurkan premium di Jamali masih belum matang. “Lagi dicari tempatnya sama Pertamina. Mudah mudahan di salah satu jalan tol lah,” ucapnya.

Adapun mengenai detail aturan teranyar tersebut, Djoko masih enggan memberi penjelasan lengkap.  “Nanti saya sharing ya,” tuturnya.

Seperti diketahui, ada sebanyak 1.962 SPBU yang selama ini tidak menjual SPBU di wilayah Jamali.  Pada tahap pertama, sebanyak 571 SPBU yang ada di Jamali bisa langsung dipasok premium.

Pasokan ini juga dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan premium oleh masyarakat saat masa mudik Lebaran 2018.