Kesehatan

Penelitian: Ternyata Anak Lebih Bahagia Dengan Sedikit Mainan

Bagi kebanyakan anak-anak mainan mungkin jadi salah satu benda yang dibutuhkan dan diinginkan. Bukan hanya bisa menghibur dan menjaga anak tetap sibuk, mainan juga bisa melatih fungsi kognitif anak seperti misalnya imajinasi serta sisi kreativitas anak.

Tetapi ada baiknya jika orangtua juga harus mengetahui seberapa banyak batasan mainan yang bisa dimiliki anak. Lantaran jika kamu mengira anak akan lebih bahagia dengan banyak mainan, maka kamu salah.

Seperti dilansir dari Good Housekeeping, Rabu (27/6/2018), sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Infant Behaviour & Development menyebutkan bahwa anak-anak yang tumbuh di lingkungan dengan sedikit mainan ternyata lebih bahagia.

Hasil penelitian ini diketahui setelah melibatkan 35 bayi usia 18-30 bulan. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, kelompok A bermain di sebuah ruangan dengan empat mainan, sedangkan kelompok B dengan 16 mainan.

Penelitian: Ternyata Anak Lebih Bahagia Dengan Sedikit Mainan

Setelah dilihat perkembangannya, ternyata anak yang berada di ruangan dengan jumlah mainan yang sedikit, lebih bisa fokus pada mainan yang ada di tangannya. Mereka jadi menggunakan naluri kreatif untuk mengeksplorasi berbagi cara untuk menggunakan mainan yang sama. Dengan kata lain, kreativitas anak bisa berkembang lebih baik.

Berbeda dengan kelompok dengan banyak mainan, peneliti mengatakan bahwa banyak mainan justru menciptakan gangguan eksternal, mereka jadi lebih mudah bosan dengan mainan dan menginginkan mainan lainnya. Hal ini bisa membentuk kebiasaan buruk, yaitu tidak menghargai benda yang dimiliki anak.

Peneliti juga menyebutkan bahwa sebagai awal perkembangan, sebaiknya anak dilatih untuk fokus lantaran perhatian anak memang pendek saat masih usia dini. Jika diberi banyak mainan, mereka jadi cepat bingung, fokus perhatiannya cepat teralihkan.

Bagaimana, kini sudah tahu kan berapa banyak sebaiknya mainan yang perlu dimiliki anak? Jadi simpan mainan secukupnya dan yang paling bermanfaat saja.