Kesehatan

Rutin Melakukan Seks Bisa Cegah Kanker Payudara, Benarkah?

Kanker payudara adalah penyakit yang mematikan dan paling sering menyerang wanita, meskipun pria juga bisa mengalaminya. Kanker payudara juga menjadi penyebab utama tingginya angka kematian dibandingkan dengan kasus kanker lainnya. Sebab itu, kanker payudara menjadi perhatian penting yang harus dihindari. Berbagai pencegahan dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya kanker ini. Salah satunya adalah melalui seks, tapi apa benar seks bisa mencegah kanker payudara?

Mencegah kanker payudara dengan seks, mitos atau fakta?

Dilansir dalam laman Healthline, seks dijadikan sebagai salah satu hal yang bisa mencegah kanker payudara, karena wanita yang melakukan hubungan seks melalui vagina punya risiko lebih rendah terhadap kanker payudara daripada mereka yang tidak.

Selama berhubungan seksual, gairah akan meningkat sampai akhirnya mencapai orgasme. Saat itu tingkat hormon “kebahagiaan” turut meningkat. Dua dari hormon kebahagiaan ini adalah oksitosin dan DHEA yang mampu menjaga payudara bebas dari sel kanker.

Sebuah penelitian menunjukan bahwa wanita yang berhubungan seks lebih dari sekali sebulan memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara daripada mereka yang kurang aktif secara seksual.

Selain itu, pria yang melakukan setidaknya 7 kali orgasme dalam sebulan di usia 50-an memiliki peluang lebih rendah mengalami kanker payudara pria. Seks juga bisa membantu mencegah kanker payudara dengan cara lainnya

Rutin Melakukan Seks Bisa Cegah Kanker Payudara, Benarkah?

Seks bagaikan olahraga yang bisa mencegah kanker

Menurut Dr Jay K Harness, MD, FACS seks itu mirip seperti olahraga, yang merangsang sistem kardiovaskular dengan baik. Salah satu pencegahan kanker adalah melakukan olahraga teratur.

Seorang ahli jantung menyatakan bahwa hubungan seks mirip seperti latihan dengan intensitas sedang. Saat di puncak orgasme, detak kantung mungkin mencapai 110 denyut per menit, sebanding dengan saat Anda berjalan atau jogging.

Meskipun seks tidak bisa menggantikan posisi olahraga seutuhnya, tetapi kalori yang dibakar saat seks membuat tubuh jadi lebih aktif. Seks bisa memangkas sekitar 5 kalori per menit, hal ini akan memicu jantung bekerja dengan baik dan akhirnya melatih berbagai otot.

Ketika tubuh lebih aktif, tubuh akan menurunkan kadar hormon, seperti insulin dan estrogen, dan faktor pertumbuhan abnormal termasuk pertumbuhan sel kanker. Semakin tingginya kadar insulin dan estrogen ini akan meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.

Seks juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh melawan kanker

Penelitian dari Wikes University menunjukan bahwa orang yang terlibat seks sekali atau dua kali seminggu memiliki tingkat antibodi melawan infeksi yang lebih tinggi sebanyak 30 persen daripada orang yang tidak melakukannya.

Sistem kekebalan yang baik ini akan mampu melawan sel kanker lebih optimal. Maka dari itu, seks bisa membantu mencegah kanker payudara meskipun tidak secara langsung, melainkan dengan menjaga sistem kekebalan tubuh.

Stres yang jadi faktor risiko kanker dapat hilang karena seks

Stres adalah salah satu faktor risiko kanker termasuk kanker payudara. Dengan mengatur stres maka ini membantu tubuh mengurangi risiko kanker payudara.

Dilansir dalam laman Medical News Today, saat seseorang mengalami stres, sel-sel tubuh akan secara alami memproduksi beberapa zat, termasuk ATF3, yakni sebuah gen induk di dalam tubuh yang muncul ketika stres.

Jika zat tersebut terlampau banyak jumlahnya, maka akan mengganggu kerja sel dan akhirnya berkembang menjadi sel-sel kanker. Tidak hanya itu, zat tersebut menyebabkan sel kanker mudah menyebar ke bagian tubuh lainnya, sehingga perkembangan kanker sangat cepat. Itu mengapa, menghindari stres adalah salah satu hal yang penting untuk mencegah kanker.

Seks bisa menjadi salah satu cara menurunkan risiko stres. Dilansir dalam laman Healthline, Dr Irwin Goldstein, direktur Pengobatan Seksual di Rumah Sakit Alvarado mengatakan bahwa kehidupan seks yang teratur memberikan kepuasan jangka panjang dengan kesehatan mental seseorang.