BaliBangka BelitungBantenBengkuluDaerahDaerah Istimewa YogyakartaDKI JakartaGorontaloJambiJawa BaratJawa TengahJawa TimurKalimantan BaratKalimantan SelatanKalimantan TengahKalimantan TimurKalimantan UtaraKepulauan RiauLampungMalukuMaluku UtaraNanggro Aceh DarussalamNusa Tenggara BaratNusa Tenggara TimurPapua BaratPapua.PolitikRiauSulawesi BaratSulawesi SelatanSulawesi TengahSulawesi TenggaraSulawesi UtaraSumatera BaratSumatera SelatanSumatera Utara

Kunjungi PP Muhammadiyah, Prabowo Berharap Bisa Jadi Ajang Pembuka Diskusi

Kunjungi PP Muhammadiyah, Prabowo Berharap Bisa Jadi Ajang Pembuka Diskusi

Pada Senin lalu (13/8/2018) pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengunjungi kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat. Terkait dengan hal tersebut, Haedar Nashir Ketua Umum PP Muhammadiyah  memaparkan enam poin perihal agenda strategis untuk Prabowo-Sandi.

Poin pertama, Haedar mengatakan, pemimpin negara harus mengutamakan agama, Pancasila dan kebudayaan luhur bangsa Indonesia yang hendaknya menjadi fondasi nilai dan inspirasi yang mendasar. Hal ini untuk mewujudkan kebijakan strategis serta arah moral spiritual bangsa.

“Jangan sampai ada kebijakan yang bertentangan dengan nilai dasar luhur yang hidup dalam jatidiri bangsa dan menghindari primordialisme SARA,” jelas Ketua Umum PP Muhammadiyah itu.

Poin kedua, menegakkan kedaulatan negara di bidang politik, ekonomi dan budaya termasuk dalam pengelolaan sumber daya alam. Termasuk dalam menjaga kedaulatan negara dari penetrasi asing.

Kunjungi PP Muhammadiyah, Prabowo Berharap Bisa Jadi Ajang Pembuka Diskusi
Kunjungi PP Muhammadiyah, Prabowo Berharap Bisa Jadi Ajang Pembuka Diskusi

Sementara itu, poin ketiga ialah seorang pemimpin negara perlu menjaga kesenjangan sosial-ekonomi secara progresif dengan kebijakan yang lebih berani.

Keempat, rekontruksi pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia sebagai prioritas. Termasuk dan memanfaatkan 20 persen anggaran pendidikan sebagaimana mana amanat konstitusi,” paparnya.

Poin kelima, pemerintah harus mampu melakukan kebijakan reformasi birokrasi yang progresif dan sistemik dengan prinsip good governance. Menjunjung tinggi meritokrasi tanpa disandera kepentingan politik partisan.

Terakhir, melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif dan berdaulat dalam melindungi kepentingan dalam negeri, serta menjadikan Indonesia selaku negara dengan penduduk muslim terbesar sebagai kekuatan strategis di dunia Islam,” tandas Haedar.

Pada kesempatan itu, Prabowo mengungkapkan terima kasih atas penerimaan kunjungan dari pengurus PP Muhammadiyah. Bakal Capres Prabowo berharap PP Muhammadiyah menjadi ajang pembuka diskusi untuk memantapkan dirinya bersama Sandi maju Pilpres 2019 mendatang.

“Kami berharap bahwa Muhammadiyah bisa membuka pintu untuk bisa berdiskusi ilmiah, tapi kajian ilmiah supaya saat maju ke rakyat berdasarkan fakta bukan berdasarkan selera,” Jelas Prabowo Subianto Bakal Capres 2019.