Olahraga

Ukir Sejarah Manis, Osaka Petenis Pertama Jepang Raih Grand Slam Di Amerika Serikat Terbuka

Ukir Sejarah Manis, Osaka Petenis Pertama Jepang Raih Grand Slam Di Amerika Serikat Terbuka

Naomi Osaka megukir sejarah manis di ajang Amerika Serikat Terbuka 2018. Osaka menjadi petenis putri pertama Jepang yang merebut gelar grand slam tersebut sejak turnamen dihelat 1881.

Hebatnya, dia mengalahkan mantan petenis nomor satu dunia Serena Williams 6-2, 6-4 di Arthur Ashe Stadium, kemarin. Osaka yang menjadi unggulan ke-20 di AS Terbuka 2018 mengaku tidak menyangka bisa menang dua set langsung atas Serena, yang meraih gelar juara grand slam pertamanya pada 1999, ketika dirinya belum genap satu tahun.

Petenis berusia 20 tahun itu merasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan bisa merebut gelar pada ajang prestisius tersebut. “Ini terasa seperti tidak nyata sekarang. Saya pikir dalam beberapa hari akan menyadari apa yang telah terjadi. Sekarang ini hanya terasa seperti permainan di turnamen lainnya,” kata Osaka, dilansir wtatennis. Bagi Osaka, ini merupakan kemenangan keduanya saat melawan Serena tahun ini.

Sebelumnya, dia juga mampu mengalahkan idolanya itu di Miami Terbuka. Tetapi, petenis keturunan Haiti tersebut merasa bermain lebih baik pada pertandingan kali ini. Dia mampu mencetak 15 winner dan hanya melakukan 14 kesalahan sendiri (unforce errors ) serta mengubah empat dari lima peluang saat break point.

Ukir Sejarah Manis, Osaka Petenis Pertama Jepang Raih Grand Slam Di Amerika Serikat Terbuka
Ukir Sejarah Manis, Osaka Petenis Pertama Jepang Raih Grand Slam Di Amerika Serikat Terbuka

Kemenangan itu sekaligus membawanya ke peringkat tertinggi dalam kariernya dengan berada di peringkat 7 dunia. Dengan pencapaian itu, petenis yang baru mengoleksi dua gelar WTA ini memecahkan rekor milik Ai Sugiyama yang sudah bertahan sejak 2004 dengan menempati di peringkat 8.

Setelah ini, Osaka hanya ingin berusaha memperbaiki dan meningkatkan penampilannya. Petenis kelahiran Osaka, 16 Oktober 1997, ini berencana tampil di Turnamen Toray Pan Pacifik di Tokyo, 17-23 September nanti. Karena itu, dia berharap bisa menjaga konsistensi permainannya dan merebut gelar juara di negaranya tersebut.

“Saya akan pergi ke Tokyo nanti. Semoga bisa memenangkan turnamen di sana. Saya hanya akan berusaha menampilkan permainan terbaik selangkah demi selangkah. Saya tidak akan berpikir terlalu jauh ke depan,” ujarnya. Meski begitu, kemenangan Osaka sedikit dinodai dengan luapan kemarahan Serena di set kedua.

Hal itu dipicu oleh wasit Carlos Ramos yang memperingatkan Serena lantaran menerima bimbingan dari pelatih yang berada dalam kotaknya. Ketika peringatan kedua diberikan akibat merusak raket, bersama dengan penalti poin untuk peringatan kedua, kemarahan Serena meledak.

Ekspresi Serena Williams, saat melayangkan protes kepada wasit Carlos Ramos
Ekspresi Serena Williams, saat melayangkan protes kepada wasit Carlos Ramos

Dengan mata berair, Serena menuduh Ramos sebagai seorang ‘pencuri’ dan dengan marah memintanya untuk meminta maaf secara resmi. “Anda menyerang karakter saya. Anda tidak akan pernah berada di lapangan tempat saya bertanding lagi. Anda pembohong,” ucap Serena.

Walau kecewa dengan keputusan wasit, Serena tetap memuji penampilan Osaka di pertandingan itu. Apalagi, dia meminta para penonton yang kebanyakan mendukung Serena terlihat tampak kecewa dan berteriak kurang menyenangkan pada saat upacara penerimaan trofi. Petenis berusia 36 tahun itu langsung meminta para penonton untuk menunjukkan rasa hormat kepada sang juara.

“Saya merasa dia benar-benar konsisten. Saya pikir permainannya selalu sangat konsisten. Saya merasa dia bermain sangat baik dan membuat banyak pukulan. Dia sangat fokus. Jujur, ada banyak hal yang dapat saya pelajari darinya pada pertandingan ini. Saya berharap bisa belajar banyak hal dari hasil ini,” ungkap Serena.