Internasional

Indonesia Minta Sukarelawan Asing Tinggalkan Daerah Bencana Secara Bertahap

Secara bertahap, pemerintah Indonesia mulai meminta para pekerja kemanusiaan maupun sukarelawan asing di wilayah bencana meninggalkan lokasi bencana. Hal itu dituangkan dalam surat pemberitahuan atau notice kepada para pekerja NGO asing.

“Warga asing yang bekerja untuk NGO asing tidak lagi diizinkan melakukan aktivitas penanganan di zona terdampak bencana,” dirilis oleh BNPB dalam bahasa Inggris sebagaimana dilansir Time pada 9 Oktober 2018.

Diketahui bahwa pada 28 September 2018, gempa bumi mengguncang Donggala dan kemudian Palu, Sulawesi Tengah. Tidak lama bencana tsunami juga memukul wilayah itu. Korban disebutkan di laporan terakhir setidaknya sudah mencapai dua ribu orang lebih.

Sementara sekitar 70.000 bangunan rusak parah. Belum diketahui pasti jumlah korban yang masih hilang. Tetapi pemerintah akan segera menghentikan pencarian intensif dan akan berfokus pada pembangunan kembali wilayah tersebut.

Indonesia Minta Sukarelawan Asing Tinggalkan Daerah Bencana Secara Bertahap
Indonesia Minta Sukarelawan Asing Tinggalkan Daerah Bencana Secara Bertahap

Dalam notice disebut tidak ada alasan yang disampaikan soal permintaan para warga asing meninggalkan lokasi. Sementara jumlah pasti pekerja asing yang berada di wilayah bencana saat ini juga belum dipastikan.

Namun demikian, Indonesia diketahui sudah mengucurkan dana sekitar US$37 juta untuk penanggulangan bencana. Sekitar 20 negara juga sudah mengirimkan bantuan maupun awak medis membantu para korban.