NasionalPolitik

Ucapan Duka Prabowo, Ternyata Dylan Sahara Istri Ifan ‘Seventeen’ Ada Hubungannya Dengan Prabowo Subianto

Ucapan Duka Prabowo, Ternyata Dylan Sahara Istri Ifan 'Seventeen' Ada Hubungannya Dengan Prabowo Subianto

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya Dylan Sahara, istri Riefian Fajarsyah atau dikenal sebagai Ifan vokalis ‘Seventeen’. Ternyata Dylan merupakan caleg dari Partai Gerindra.

Calon presiden nomor urut 02 itu menyampaikan ucapan belasungkawa tersebut melalui Twitter-nya pada Selasa (25/12/2018). Prabowo mendoakan supaya kadernya itu mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Saya dan @Gerindra turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya pejuang politik Dylan Sahara, puteri bapak Supriyanto Ketua DPC Partai Gerindra Ponorogo dan anggota fraksi DPR RI, serta istri dari @seventeenifan. Semoga mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin,” demikian tulis Prabowo. 

Sebagai informasi, Dylan maju sebagai caleg DPRD Jawa Timur melalui Partai Gerindra dalam pemilu serentak 2019 mendatang. Sedangkan suaminya, Ifan, maju sebagai caleg Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk berebut kursi di DPR RI.

Dylan maju sebagai caleg DPRD Jawa Timur melalui Partai Gerindra dalam pemilu serentak 2019
Dylan maju sebagai caleg DPRD Jawa Timur melalui Partai Gerindra dalam pemilu serentak 2019

Dylan juga merupakan puteri dari Supriyanto, Ketua DPC Partai Gerindra Ponorogo. Adapun Dylan ditemukan meninggal akibat bencana tsunami di Anyer. Sebelum ditemukan meninggal dunia, sang suami terus mencari keberadaan Dylan Sahara di sekitar lokasi yang terdampak tsunami. Bahkan, Ifan mendatangi satu per satu tempat perawatan korban luka untuk memastikan apakah ada istrinya di sana.

Sementara itu, menurut Fadli Zon, dia adalah anak anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, yakni Supriyanto.

“Turut berduka cita sedalam-dalamnya. Ini adalah putri Bapak Supriyanto, anggota DPR RI,” ujar Fadli Zon.

Diberitakan sebelumnya, gelombang tinggi menerjang pesisir Serang dan menyebabkan beberapa kerusakan di wilayah Selat Sunda, seperti Lampung Anyer, dan Banten. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gelombang itu merupakan tsunami.

Kemudian dari hasil pengamatan menunjukkan tinggi gelombang masing-masing 0.9 meter di Serang pada pukul 21.27 WIB, 0,35 meter di Banten pada pukul 21.33 WIB, 0,36 meter di Kota Agung pada pukul 21.35 WIB, dan 0,28 meter pada pukul 21.53 WIB di Pelabuhan Panjang.

Tinggalkan Balasan