NasionalPolitik

Pidato Prabowo Jujur Tanpa Pencitraan, Gerindra Sarankan PSI Tagih Janji Kampanye Jokowi

Pidato Prabowo Jujur Tanpa Pencitraan, Gerindra Sarankan PSI Tagih Janji Kampanye Jokowi

Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dalam setiap pidatonya selalu berkata jujur, apa adanya tanpa pencitraan. Prabowo menyampaikan masalah yang nyata seperti dalam bukunya yang berjudul Paradoks Indonesia yang isinya merupakan kumpulan data soal kondisi dan perjalanan bangsa yang saat ini sudah mengarah tidak baik. Prabowo menulis dan menyampaikan itu berdasarkan data, statistik dan fakta.

Juru bicara PSI, Dedek Prayudi menyebut selama berkampanye sepanjang 2018, capres Prabowo Subianto kerap berbohong. Namun, Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade menilai Dedek tengah menuding kubu sendiri alias ‘maling teriak maling’.

“Pernyataan Uki PSI ini seperti maling teriak maling,” ujar Andre kepada wartawan, Rabu (2/1/2019). Andre menyebut Uki sebagai panggilan Dedek.

Ditegaskan Andre, selama ini pidato Prabowo disampaikan berdasarkan kejujuran. Saat berkampanye, Prabowo tidak  pernah melakukan pencitraan.

“Pak Prabowo selama ini selalu bicara jujur apa adanya tanpa pencitraan. Beliau menyampaikan masalah riil yang ada di masyarakat, seperti kesenjangan ekonomi, sulitnya mencari pekerjaan, dan tingginya harga-harga kebutuhan bahan pokok. Di mana letak Pak Prabowo berbohongnya? tanya Andre.

Pidato Prabowo Jujur Tanpa Pencitraan, Gerindra Sarankan PSI Tagih Janji Kampanye Jokowi
Pidato Prabowo Jujur Tanpa Pencitraan, Gerindra Sarankan PSI Tagih Janji Kampanye Jokowi

Sebelumnya, Dedek alias Uki menyebut setidaknya ada 3 kebohongan yang pernah disampaikan Prabowo selama 2018. Pertama, Uki menilai Prabowo berbohong soal kemiskinan meningkat 50%. Dia juga menilai pidato Prabowo soal LRT Palembang dan 99 rakyat hidup pas-pasan sebagai suatu kebohongan.

Namun, Andre meminta Uki alias Dedek tidak main tuduh. Dia menyarankan agar Uki menagih apa yang disebutnya janji-janji Presiden Joko Widodo.

“Daripada Uki sibuk menuduh Pak Prabowo berbohong, seharusnya Uki mengingatkan Pak Jokowi yang banyak janji kepada rakyat di 2014 tapi banyak yang tidak ditepati. Kalau berjanji lalu tidak ditepati namanya apa itu, kan bohong. Intinya, jangan maling teriak maling. Rakyat sudah tahu modus operandi maling teriak maling ini,” jelas Andre.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengatakan ada 100 janji Presiden Joko Widodo semasa kampanye. Dia menilai Jokowi gagal dalam menunaikan janjinya.

“Saya sendiri mencatat janjinya, bukan 66, tapi ada 100 janjinya. Saya catat semuanya di buku,” ujar Fadli saat meresmikan posko dukungan Prabowo menjadi Presiden RI 2019 di Solo, Selasa (22/5).

Diketahui, selama berlangsungnya masa kampanye Pilpres 2014, Joko Widodo dan Jusuf Kalla menebar janji kepada masyarakat Indonesia. Setidaknya ada 66 janji yang diutarakan oleh pasangan pemenang Pilpres 2014 ini saat mereka menggelar kampanye di berbagai kesempatan dan tempat beberapa waktu lalu. Namun, kini sudahkah semua terealisasi?