NasionalPolitik

Saat Prabowo Tanyakan Soal Kebijakan Impor Pangan Pada Kubu Petahana

Saat Prabowo Tanyakan Soal Kebijakan Impor Pangan Pada Kubu Petahana

Joko Widodo (Jokowi), calon presiden dari kubu petahana mendapat pertanyaan dari Prabowo Subianto. Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mempertanyakan soal data pangan yang saat ini tidak sama antar Kementerian.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam debat capres dan cawapres perdana yang digelar di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan. Acara tersebut dipandu oleh Ira Koeno dan Imam Priyono.

Prabowo menilai adanya perbedaan data pangan lantaran munculnya kepentingan-kepentingan pribadi, kelompok maupun bisnis dalam setiap keputusan. Ia pun mencontohkan soal data pangan.

Menurut Prabowo, Kepala Perum Bulog Budi Waseso dan juga Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan bahwa produksi pangan mencukupi untuk konsumsi dalam negeri. Tetapi di sisi lain, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan untuk memenuhi kebutuhan harus impor.

“Apakah bapak-bapak yakin dalam keputusan tersebut tidak ada konflik kepentingan?” tanya Prabowo.

Saat Prabowo Tanyakan Soal Kebijakan Impor Pangan Pada Kubu Petahana
Saat Prabowo Tanyakan Soal Kebijakan Impor Pangan Pada Kubu Petahana

Jokowi kemudian menjawab, bahwa masalah pangan diputuskan dalam rapat bersama. Oleh sebab itu, ia memastikan bahwa tidak ada kepentingan pribadi, golongan atau bisnis dalam keputusan soal pangan.

Jokowi pun bercerita, dalam setiap rapat ia mempersilahkan setiap Menteri dan pejabat negara berdebat. Menurutnya, dalam debat tersebut akan terlihat permasalahan sebenarnya sehingga dapat diputuskan bersama.

“Saya kira dimana pun ada perbedaan. Saya persilakan untuk berdebat kalau sudah diputuskan harus dijalankan,” ujar Jokowi. Menurutnya, tanpa ada perbedaan dan berdebatan justru tidak ada kontrol di dalamnya.

Tak hanya itu, kebijakan impor sejatinya dilaksanakan setelah debat panjang antar menteri bersama Jokowi. Hal ini menurutnya tidak jadi masalah, justru menjadi mekanisme pengawasan terbaik.

“Kalau menteri sama semuanya maka malah tidak ada mekanisme saling cek. Kalau sudah rampung debatnya maka baru saya putuskan impor atau tidak,” ujar Jokowi.

Jadi, dari pernyataan Jokowi tersebut dapat disimpulkan bahwa selama ini yang memutuskan untuk impor atau tidak adalah Jokowi. Karena dia sendiri lah yang mengatakan sebagai seorang yang ‘memutuskan’ kebijakan impor pangan.