NasionalPolitik

Saat Orasi Di HUT Ke-20 FSPMI, Prabowo: Elite Indonesia Gagal Kelola Bangsa

Saat Orasi Di HUT Ke-20 FSPMI, Prabowo: Elite Indonesia Gagal Kelola Bangsa (pojokpos.com)Saat Orasi Di HUT Ke-20 FSPMI, Prabowo: Elite Indonesia Gagal Kelola Bangsa

Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengatakan banyak pihak yang tidak menyukainya.  Hal tersebut, dikatakan saat berorasi pada HUT ke-20 FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia) di hall Sports Mall, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/2/2019). Namun, Prabowo cuek saja dan menyatakan lebih mementingkan rakyat.

Awalnya, Prabowo berbicara mengenai perkembangan ekonomi Indonesia yang menurutnya, keliru. Dia mengaku sudah menerawang arah ekonomi RI sejak zaman Orde Baru.

“Jadi dari awal, dari sekian puluh tahun, sebetulnya dari saya masih di Orde Baru, saya sudah lihat arah perkembangan pembangunan ekonomi Indonesia arahnya menuju arah yang keliru. Saya melihat waktu itu kekeliruannya bahwa elite Indonesia ini elite yang tak ada gunanya,” ujar Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus itu menyebut, elite Indonesia gagal dalam mengelola bangsa. Kemudian, capres nomor urut 02 itu juga mengungkapkan banyak pihak yang tidak menyukainya.

Saat Orasi Di HUT Ke-20 FSPMI, Prabowo: Elite Indonesia Gagal Kelola Bangsa
Saat Orasi Di HUT Ke-20 FSPMI, Prabowo: Elite Indonesia Gagal Kelola Bangsa

“Elite ini gagal memberi arah kepada bangsa, gagal mengelola bangsa ini. Ini keyakinan saya dan saya sampaikan di mana-mana, banyak yang nggak suka sama saya, terserah, yang penting saya bicara pada rakyat Indonesia,” ungkap Prabowo.

Tampak hadir dalam acara tersebut yakni Rizal Ramli. Pasangan cawapres Sandiaga Uno itu kemudian memuji Rizal Ramli, yang vokal terhadap pemerintah hingga ditangkap saat era Orde Baru.

“Pak Rizal Ramli ini berani, dari dulu berani mengoreksi penguasa, di Orde Baru kita seberangan, beliau ditangkap, zaman itu yang nangkep teman-teman saya, tapi dulu. Dulu,” ujar Prabowo.

Namun demikian, setidaknya ada 10 poin yang sudah disepakati Prabowo jika menang di Pilpres 2019. Poin pertama yang disetujui Prabowo yaitu meningkatkan daya beli buruh dan masyarakat serta meningkatkan upah minimum dengan cara mencabut PP Nomor 78 Tahun 2016 dan menambah jenis barang dan jasa kebutuhan hidup layak yang menjadi dasar upah minimum, dari 60 KHL menjadi 84 KHL.

Tinggalkan Balasan