NasionalPolitik

BPN Prabowo Minta Petahana Fokus Benahi Kartu BPJS Daripada Bagi-Bagi Kartu Baru

BPN Prabowo Minta Petahana Fokus Benahi Kartu BPJS Daripada Bagi-Bagi Kartu Baru (pojokpos.com)BPN Prabowo Minta Petahana Fokus Benahi Kartu BPJS Daripada Bagi-Bagi Kartu Baru

Calon presiden petahana kembali menjanjikan program Kartu Sembako Murah dan Kartu Indonesia Pelajar sampai ke jenjang perguruan tinggi. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, meminta calon presiden nomor urut 01 itu fokus membenahi polemik kartu BPJS Kesehatan daripada membagi-bagikan kartu baru.

Hal tersebut dikatakan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean.

“Pertanyaannya sekarang, bagaimana dengan kartu BPJS? Sekarang rakyat kesulitan berobat. Itu saja dulu diurus sebelum bicara kartu yang lain,” ujar Ferdinand di Jakarta, Senin (25/2).

Ferdinand berasumsi petahana sedang mengalihkan perhatian publik dengan membagikan kartu-kartu tersebut karena banyaknya janji kampanye di 2014 lalu yang tidak terpenuhi.

“Pembagian kartu ini upaya mengalihkan perhatian publik dari kegagalan kampanye Jokowi tentang infrastruktur yang tidak kunjung membuat rakyat dengan rela dan mudah memilihnya kembali menjadi presiden,” ungkapnya.

BPN Prabowo Minta Petahana Fokus Benahi Kartu BPJS Daripada Bagi-Bagi Kartu Baru (pojokpos.com)
BPN Prabowo Minta Petahana Fokus Benahi Kartu BPJS Daripada Bagi-Bagi Kartu Baru

Ferdinand pun mempertanyakan sumber dana yang akan digunakan oleh petahana untuk memenuhi permintaan kartu-kartu baru tersebut. Politikus Partai Demokrat ini mengatakan urusan BPJS pun kenyataanya tidak kunjung selesai.

Kemudian, Ferdinand juga menyebut petahana tidak konsisten dengan prinsipnya saat awal menjabat sebagai presiden pada 2014 lalu. Saat itu, petahana teguh tidak mau banyak memberi bantuan sosial alias bansos lantaran dianggap tidak mendidik masyarakat.

Tetapi, kata Ferdinand, pembagian bermacam-macam kartu ini adalah bagian dari pemberian bansos.

“Pembagian kartu-kartu ini tidak jelas sumber anggarannya dari mana. Ya, itulah ketidakkonsistenan Jokowi dalam bersikap karena memang kepentingannya hanya soal suara,” tuturnya.

Sementara itu, hal yang sama juga diungkapkan oleh Analis Ekonomi Politik dari Fine Institute, Kusfiardi. Menurutnya, apa yang disampaikan petahana justru bertolak belakang dengan yang dia sampaikan beberapa waktu lalu melalui cuitannya.

“Jokowi sempat bilang jangan mendidik masyarakat dengan hal instan, bangun fondasi dan pilar yang kokoh,” ujar Kusfiardi.

Pernyataan petahana ini dicuitkan melalui akun media sosial Twitter resminya @Jokowi pada 14 Desember 2018 lalu. Menurut Kusfiardi, kartu PKH, KIS, KIP, Kartu Sembako Murah, KIP Kuliah dan Kartu Pra-Kerja adalah kartu untuk mendidik masyarakat dengan cara yang instan.

“Ini instrumen menyenangkan semua orang, dengan cara menyebar subsidi, bansos, atau BLT sebanyak-banyaknya,” ucap Kusfiardi.

“Capres petahana tampaknya mengabaikan bangunan fondasi dan pilar kokoh, agar bangsa ini kuat dan tak mudah terseret gelombang, seperti yang pernah ditulis dalam akun Twitternya pada akhir tahun lalu,” lanjutnya.

Menurut Kusfiardi, bagi-bagi kartu seperti ini menunjukkan lemahnya kemampuan capres petahana dalam memahami misi yang terdapat dalam konstitusi UUD 1945. Ini juga menunjukkan jalan pintas dengan semangat mengejar populisme.

Dengan demikian, Kusfiardi menilai seluruh program bansos capres petahana yang disebar melalui berbagai macam kartu itu bukan hanya mereduksi makna bantuan sosial tetapi juga bertentangan dengan apa yang diamanatkan oleh konstitusi UUD 1945.