NasionalPolitik

Prabowo-Sandi Menang, Komitmen Jalankan Pemerintahan ‘Smart Governance’

Prabowo-Sandi Menang, Komitmen Jalankan Pemerintahan 'Smart Governance' (pojokpos.com)Prabowo-Sandi Menang, Komitmen Jalankan Pemerintahan 'Smart Governance'

Pemerintahan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berkomitmen membuat kebijakan publik berbasis data. Cara yang akan ditempuh, salah satunya yaitu menjadikan kartu tanda penduduk (KTP) sebagai sumber data utama.

Harryadin Mahardika, Anggota Litbang Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengatakan, dalam lima tahun terakhir pemerintah sering kali mengambil kebijakan tanpa dasar pemikiran yang kuat. Sehingga publik menjadi saksi seringnya kebijakan itu direvisi atau disesuaikan.

“Sering terjadi impor pangan, banyak masyarakat ditolak berobat di rumah sakit, itu semua terjadi karena kesemerawutan data. Prabowo-Sandi punya komitmen yang jelas terhadap pengambilan kebijakan yang berbasis data,” ujar Harryadin dalam diskusi Integrasi e-KTP, Kartu Sakti Revolusi 4.0 di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I No 35, Jakarta Selatan, Rabu (20/3).

Dijelaskan Harryadin, salah satu upaya yang akan ditempuh pasangan Prabowo-Sandi adalah memperbaiki karut marut data kependudukan. Berbekal data kependudukan yang akurat, Prabowo-Sandi akan mengevaluasi kebijakan pemerintah yang tidak efisien atau bahkan menyusun program-program baru yang dibutuhkan masyarakat.

Harryadin Mahardika, Anggota Litbang Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi (pojokpos.com)
Harryadin Mahardika, Anggota Litbang Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi

“Ini yang akan menjadikan pembeda dari pemerintahan saat ini. Pemerintahan ke depan akan benar-benar menjalankan pemerintahan yang bersifat smart governance, bahwa kebijakan itu tidak bisa lagi didasari kepentingan-kepentingan saja atau oleh insting,” jelas Harryadin.

Politisi Partai Gerindra itu juga memastikan, saat Prabowo-Sandi mendapatkan mandat dari rakyat pada 17 April 2019 mendatang, keduanya akan membuat kebijakan yang betul-betul bermanfaat oleh rakyat.

“Oleh karena itu, tanggal 17 April nanti saat Prabowo-Sandi terpilih, kita akan melihat pemimpin yang akan mengambil kebijakan berbasis data secara ilmiah dan menggunakan hati nurani ketika memutuskan untuk mengambil kebijakan tersebut,” pungkas Harryadin.

Sementara itu, jika pasangan Prabowo-Sandi memenangi pilpres 2019, maka mereka berkomitmen akan menjalankan pemerintahan yang ‘Smart Governance’. Semoga bangsa Indonesia memiliki pemimpin baru yang dapat membawa perubahan untuk Indonesia menjadi lebih baik, lebih aman, adil dan makmur.