NasionalPolitik

BPN Prabowo Tawarkan Program Konkret, Gaet Pemilih Golput

BPN Prabowo Tawarkan Program Konkret, Gaet Pemilih Golput (pojokpos.com)BPN Prabowo Tawarkan Program Konkret, Gaet Pemilih Golput

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga mengatakan, siap menarik suara-suara dari pemilih golput. Di sisa waktu kurang dari sebulan, BPN meyakini mampu menarik pemilih golput untuk memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Demikian disampaikan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak saat dijumpai di Jakarta Pusat, Kamis, 21 Maret 2019.

“Kami tahu mereka akan golput atau tidak nanti tanggal 17 April. Masih ada waktu untuk mendekati dan melakukan persuasi kepada teman-teman itu,” ujar Dahnil.

Dikatakan Dahnil, munculnya pemilih yang masih golput, sama dengan swing voters dan undecided voters. Mereka dinilai sebagai massa yang memiliki kekecewaan terhadap program pemerintah. “Undecided voter, golput tinggi, artinya ada ketidakpercayaan yang masif pada petahana. Ini ada peluang, yang diuntungkan tentu kami,” kata Dahnil.
BPN Prabowo Tawarkan Program Konkret, Gaet Pemilih Golput (pojokpos.com)
BPN Prabowo Tawarkan Program Konkret, Gaet Pemilih Golput

Karenanya atas dasar itu, Dahnil mengatakan BPN telah bergerak untuk menarik hati mereka. Hal ini berujung pada tawaran dari Prabowo-Sandiaga yang lebih cenderung menonjolkan program yang lebih konkret.

“Makanya program yang kami tawarkan adalah yang selama ini menjadi keluhan teman-teman. Misalnya isu korupsi, lapangan pekerjaan,” tutur Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini.

Diketahui, dalam debat calon wakil presiden Minggu lalu, Sandiaga Uno memang berkali-kali menjanjikan program yang bisa membuat kesejahteraan lebih baik. Mulai dari mengatasi masalah di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan sampai menghapuskan Ujian Nasional (UN) bagi siswa. Hal ini disebut berdasarkan kekhawatiran yang muncul di masyarakat.

Sementara itu, angka pemilih yang belum menentukan pilihan dinilai masih tinggi. Berdasarkan data sigi terakhir yang dibuat oleh Litbang Kompas, angkanya mencapai 13,4 persen. Dari hasil sigi itu sendiri, pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin masih unggul dengan 49,2 persen. Sedangkan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno di angka 37,4 persen.