NasionalPolitik

BPN Prabowo-Sandi Ajukan Tim Independen Dari Negara Lain

BPN Prabowo-Sandi Ajukan Tim Independen Dari Negara Lain (pojokpos.com)BPN Prabowo-Sandi Ajukan Tim Independen Dari Negara Lain

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengajukan tim independen kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk ikut mengawasi jalannya Pemilu 2019 di Indonesia. Adapun, tim independen tersebut berasal dari negara lain.

Hal itu disampaikan Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Djoko Santoso usai peresmian posko induk Relawan Suka Prabowo (RSP) di Solo, Jumat (22/3/2019). Menurutnya, kehadiran tim independen akan memastikan pemilu berlangsung jujur.

“Pengawas dari luar ini penting agar pemilu berlangsung jurdil (jujur dan adil). Wasit itu ya harus netral,” ujar Djoksan.

Djoko Santoso mengatakan, wacana tentang tim independen direspons baik oleh sejumlah negara sahabat. Sedikitnya ada 23 negara yang sudah berkomunikasi dengan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

“Saya didatangi 23 duta besar negara dari Uni Eropa, mereka bersedia jadi tim pengawas,” kata Djoksan.

BPN Prabowo-Sandi Ajukan Tim Independen Dari Negara Lain (pojokpos.com)
BPN Prabowo-Sandi Ajukan Tim Independen Dari Negara Lain

Tetapi, mengenai hal-hal teknis, Djoksan meminta tim independen berkoordinasi langsung dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) . Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi tidak akan turut campur dalam hal pengawasan.

“Itu (hal teknis) biar KPU dan pemerintah saja. Kami hanya mengajukan saja,” ucap pria asal Solo itu.

Hal tersebut dikarenakan, dengan adanya tim pengawas independen, Djoksan meyakini masyarakat akan menerima hasil pemilu dengan lapang dada. Masyarakat juga diyakini tidak akan terpecah belah lantaran berbeda pilihan politik.

“Jangan sampai bangsa kita terus terpecah belah. Pemilu kan hanya lima tahunan,” pungkas Djoksan.

Namun demikian, tidak ada salahnya mengajukan tim independen dari negara lain untuk ikut mengawasi jalannya Pemilu 2019 di Indonesia. Demi untuk pemilu yang jujur dan adil, mengingat begitu banyak kecurangan yang tampak di depan mata jelang hari pencoblosan saat ini.