NasionalPolitik

Survei NCID: Elektabilitas Prabowo Berhasil Salip Petahana

Survei NCID: Elektabilitas Prabowo Berhasil Salip Petahana (pojokpos.com)Survei NCID: Elektabilitas Prabowo Berhasil Salip Petahana

Elektabilitas pasangan calon presiden Prabowo Subianto berhasil menyalip Joko Widodo (Jokowi) dengan angka terpaut 18,2 persen. Hasil survei tersebut dirilis oleh Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) pasca debat keempat yang digelar Sabtu, 30 Maret lalu.

Hal tersebut disampaikan Direktur Eksekutif NCID Jajat Nurjaman dalam siaran persnya pada Sabtu, 6 April 2019.

“Prabowo unggul pada debat keempat karena secara umum menguasai tema debat terlebih dalam tema pertahanan dan keamanan serta wawasan global,” ujar Jajat Nurjaman.

Dikatakan Jajat, selain itu keunggulan tersebut ditopang efek kampanye terbuka yang selalu berhasil menarik banyak elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi. Sehingga, penampilan Prabowo dalam debat keempat juga berhasil dikonversi ke penambahan angka elektabilitas.

“Ketegasan dan kelugasannya (Prabowo) dalam menyampaikan gagasan dan pesan dalam debat. Kemudian juga mulai mengambil posisi ofensif, seolah menjadi pendorong bagi pemilih yang selama ini belum menentukan sikap. Selain itu tentu saja efek dari kampanye terbuka yang masif berpengaruh positif bagi elektabilitasnya,” kata Jajat.

Survei NCID: Elektabilitas Prabowo Berhasil Salip Petahana (pojokpos.com)
Survei NCID: Elektabilitas Prabowo Berhasil Salip Petahana

Jajat melanjutkan, performa Prabowo juga yang menyebabkan responden yang sebelum debat keempat belum menentukan pilihan mulai memutuskan untuk mendukung capres nomor urut 02 itu. Bahkan dalam survei ini, pemilih yang belum menentukan sikap (undecided voters) atau tidak mau menjawab hanya tinggal 1,74 persen.

“Responden yang sebelumnya masih ragu menjatuhkan pilihan, mulai menentukan sikapnya karena debat terakhir dipandang membuka mata sosok pemimpin mana yang orientasinya kepentingan nasional, memiliki pemahaman dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat, serta memiliki kemampuan untuk mempertahankan bangsa dan negara,” ungkapnya.

Diketahui, survei ini dilakukan untuk menilai sejauh mana penampilan dalam debat berpengaruh terhadap elektabilitas Jokowi maupun Prabowo Subianto dibandingkan sebelumnya.

Dalam survei yang digelar sejak Minggu 31 Maret hingga 2 April 2019 menunjukkan elektabilitas Jokowi hanya mendapat 40,03 persen, disalip dengan sangat signifikan oleh Prabowo dengan perolehan 58,23 persen.

Survei NCID juga melibatkan 632 responden yang mewakili 34 provinsi di Indonesia. Sampel tersebut dipilih secara acak bertingkat. Ada pun metode pengumpulan data melalui wawancara tatap muka disertai kuisioner dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 3,9 persen.