NasionalPolitik

Naikkan Tax Ratio, Prabowo-Sandi Pangkas Pajak Pekerja

Naikkan Tax Ratio, Prabowo-Sandi Pangkas Pajak Pekerja

Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam debat terakhir Pemilihan Presiden 2019 mengatakan, bakal memangkas pajak penghasilan (PPh) orang pribadi. Pemangkasan akan dilakukan dengan menaikkan batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). 

Sandiaga berasumsi, jika PTKP dinaikkan maka Penghasilan Kena Pajak (PKP) akan berkurang. Penurunan penghasilan kena pajak tersebut diharapkan bisa membuat pengeluaran pajak yang harus dibayarkan masyarakat kepada negara bisa mengecil dan uangnya dapat digunakan untuk belanja dan mendorong ekonomi.

Diharapkan, dengan belanja masyarakat tersebut mampu mendorong investasi masuk ke dalam negeri. Jika investasi masuk, Sandi mengatakan basis penerimaan pajak baru bagi negara diharapkan bisa muncul sehingga rasionya dapat dinaikkan.

“Kami akan mengurangi pajak perseorangan sehingga hasilnya bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, lalu hasilnya dapat meningkatkan lapangan pekerjaan, sehingga kita bisa bersaing dalam menarik investasi dan kita ciptakan pajak untuk pembangunan masyarakat,”tutur Sandiaga, Sabtu (13/4).

Naikkan Tax Ratio, Prabowo-Sandi Pangkas Pajak Pekerja (pojokpos.com)
Naikkan Tax Ratio, Prabowo-Sandi Pangkas Pajak Pekerja

Sandiaga yakin kebijakan tersebut bisa membuat rasio pajak terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dapat meningkat dari yang saat ini hanya 11,5 persen dari PDB menjadi 16 persen. Kebijakan tersebut, kata dia, diperlukan sebab saat ini rasio pajak dalam negeri cukup memprihatinkan. 

Adapun, rasio pajak yang ada saat ini turun jauh dibandingkan dengan era pemerintahan Orde Baru yang sempat mencapai 16 persen dari PDB. Rasio pajak Indonesia kalah dibanding Malaysia yang bisa mencapai 19 persen dari PDB.

“Sekarang rasio pajak kita hanya 10 persen dari PDB, dengan rasio pajak itu artinya kita kehilangan US$60 miliar per tahun,” jelas Sandiaga.

Sandiaga menuturkan, rasio pajak bisa meningkat dengan menaikkan pendapatan tidak kena pajak (PTKP). Saat ini PTKP tahunan Indonesia sebesar Rp54 juta. Artinya pekerja atau pegawai yang memiliki penghasilan Rp4,5 juta per bulan bebas pajak.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini juga menjelaskan, dengan peningkatan PTKP diharapkan akan lebih banyak uang di kantong yang bisa dibelanjakan sehingga akan meningkatkan daya beli masyarakat. Yang pada akhirnya akan mendorong perekonomian nasional.

“Naikkan PTKP, lebih banyak uang yang ada di kantong masyarakat untuk tingkatkan konsumsi. Kita ciptakan pajak untuk membangun masyarakat,” pungkas Sandiaga.

Tinggalkan Balasan