NasionalPolitik

Di TPS 32 Jakarta Selatan Suara Prabowo Hilang 100, Salah Input Atau Pesanan?

Di TPS 32 Jakarta Selatan Suara Prabowo Hilang 100, Salah Input Atau Pesanan? (pojokpos.com)Di TPS 32 Jakarta Selatan Suara Prabowo Hilang 100, Salah Input Atau Pesanan?

Kecurangan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 hingga saat ini semakin nyata dan tampak menjadi-jadi. Ketua Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandi, Mohamad Taufik mengaku heran dengan masifnya kasus penggelembungan suara untuk pasangan 01 dan pengurangan suara pada paslon 02.

Taufik mengatakan, hal tersebut terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 32, Kelurahan Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dimana, suara pasangan Prabowo-Sandi kembali disunat oleh oknum penyelenggara pemilu.

Dijelaskan Taufik, seharusnya dalam C1 plano berhologram, suara pasangan 02 unggul sebanyak 134 dan suara paslon 01 hanya 86 suara.

’’Masuk scan dan situng KPU RI masak suara Prabowo jadi 34. Hilang angka satunya. Sedangkan Jokowi, tetal 86 suara. Kan kami berkurang mereka (01) tetap jadi unggul. Saya rasa ini amat terstruktur dan brutal,’’ jelas Taufik di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2019).

Di TPS 32 Jakarta Selatan Suara Prabowo Hilang 100, Salah Input Atau Pesanan? (pojokpos.com)
Di TPS 32 Jakarta Selatan Suara Prabowo Hilang 100, Salah Input Atau Pesanan?

Pada tampilan laman tersebut, menurut Ketua DPD Partai Gerindra DKI itu, jelas sekali terlihat bahwa Jokowi-Ma’ruf diinput 86 suara. Sementara Prabowo-Sandi diinput dengan 34 suara. Jumlah pemilih terdaftar sendiri di TPS ini, tercatat 220 orang jumlah suara sah lima, dan jumlah suara sah tidak sah 225 suara.

Namun, saat dilihat di Scan C1 terlihat data yang sangat berbeda. Di TPS 32 ini, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin hanya memperoleh 86 suara, sedangkan Prabowo-Sandi memperoleh 134 suara.

Dengan demikian, dalam input di data KPU, suara Jokowi-Ma’ruf Amin tetap 86 suara, sedangkan suara Prabowo-Sandi dikurangi 100 suara.

“Adanya selisih suara yang sangat besar antara C1 dengan input Situng di KPU ini, apakah ini hanya kesalahan human error atau memang sudah pesanan,” ujarnya.

Oleh sebab itu, pihaknya akan melaporkan komisioner KPU RI ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dalam waktu dekat. “Ini masalah serius. Kenapa 02 yang selalu berkurang. Kami akan DKPP-kan,’’ tegas Taufik.

Sementara itu, dengan banyaknya kesalahan yang dilakukan KPU, semakin kuat dugaan adanya kecurangan yang dilakukan secara sistematis dan masif. Apakah kesalahan tersebut disengaja atau memang sudah menjadi pesanan dari pihak tertentu, tetapi biarlah masyarakat yang menilai.