NasionalPolitik

5 Point Hasil Ijtima Ulama 3, Apa Saja Isinya?

5 Point Hasil Ijtima Ulama 3, Apa Saja Isinya? (pojokpos.com)5 Point Hasil Ijtima Ulama 3, Apa Saja Isinya?

Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional III digelar di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Rabu (1/5). Hasilnya adalah memutuskan lima poin yang menegaskan adanya kecurangan terstruktur, masif, dan sistematis dilakukan kubu paslon 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Atas dasar tersebut, ijtimak ulama III memutuskan agar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi melakukan langkah menyikapi keputusan tersebut. Hal tersebut disampaikan Penanggung Jawab Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional III, Yusuf Martak.

“Mendesak Bawaslu dan KPU memutuskan membatalkan atau mendiskualifikasi Pasangan Calon Presiden-Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01,” kata Yusuf Martak saat membacakan keputusan di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Rabu (1/5) malam.

Prabowo tampak hadir dalam ijtima ulama tersebut. Ketua Umum Partai Gerindra itu hadir sekitar pukul 16.11 WIB setelah mengikuti peringatan hari buruh internasional (May Day) di Istora Senayan, Jakarta Pusat pada pagi harinya.

5 Point Hasil Ijtima Ulama 3, Apa Saja Isinya? (pojokpos.com)
5 Point Hasil Ijtima Ulama 3, Apa Saja Isinya?

Kehadiran Prabowo yang terlambat itu, diakui Ketua Panitia Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional III, Slamet Ma’arif turut membuat agenda pengambilan keputusan agak mundur dari waktu awal. Hal tersebut dikarenakan, kata Slamet, pengambilan keputusan supaya disaksikan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi dan calon Presiden Prabowo Subianto.

Pertemuan yang dihadiri Mantan Danjen Kopassus itu dilakukan tertutup oleh liputan media massa. Prabowo sendiri tidak tampak saat hasil keputusan itu disampaikan kepada wartawan. Ia dikabarkan telah meninggalkan tempat tersebut, begitu juga dengan Ketua Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandi, Amien Rais.

Sementara itu, poin pertama adalah mereka sepakat bahwa di pemilihan presiden 17 April lalu telah terjadi berbagai kecurangan dan kejahatan yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif. Atas dasar itu, mereka merekomendasikan poin kedua, yakni agar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, untuk mulai bergerak.

Kemudian poin ketiga, Yusuf Martak dan kawan-kawan mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mendiskualifikasi pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 01, Joko Widodo – Ma’ruf Amin.

Pada poin keempat, mereka mengajak umat dan seluruh anak bangsa untuk mengawal dan mendampingi perjuangan penegakan hukum dengan cara syar’i dan legal konstitusional dalam melawan kecurangan dan kejahatan serta ketidakadilan.

Terakhir, poin kelima memutuskan bahwa perjuangan melawan kecurangan, kejahatan, serta ketidakadilan adalah bentuk amar ma’ruf dan nahi mungkar konstitusional serta sah secara hukum.

Adapun, hal tersebut dilakukan dengan dengan menjaga keutuhan negara Republik Indonesia dan kedaulatan rakyat.