NasionalPolitik

Said Didu: Libatkan ASN Dan BUMN, Kecurangan Pilpres Ancam Kedaulatan Indonesia

Said Didu: Libatkan ASN Dan BUMN, Kecurangan Pilpres Ancam Kedaulatan Indonesia (pojokpos.com)Said Didu: Libatkan ASN Dan BUMN, Kecurangan Pilpres Ancam Kedaulatan Indonesia

Anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Said Didu menilai pelaksanaan Pilpres 2019 dinodai dengan kecurangan yang terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif. Hal tersebut disampaikan Said Didu dalam diskusi lawan kecurangan pilpres terstruktur, sistematis dan masif di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I No 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, (15/5).

Dikatakan Said Didu, kecurangan terstruktur yang terjadi dilakukan lembaga yang memiliki struktur dari pusat hingga daerah. Kemudian, kecurangan masif terjadi karena kegiatan-kegiatan yang dilakukan lembaga tersebut mampu mempengaruhi pilihan masyarakat saat Pemilu.

“Fakta ini susah dibantah. Kalau dikatakan terstruktur, dilakukan oleh lembaga yang memiliki struktur, dan itu kita tahu semua, BUMN, ASN, polisi, itu organisasi-organisasi yang terstruktur. Kemudian masif adalah dilaksanakan dengan masif dan menyebar karena dilakukan melalui instruksi dan jelas,” tuturnya.

Said Didu: Libatkan ASN Dan BUMN, Kecurangan Pilpres Ancam Kedaulatan Indonesia (pojokpos.com)
Said Didu: Libatkan ASN Dan BUMN, Kecurangan Pilpres Ancam Kedaulatan Indonesia

Said Didu menjelaskan, kecurangan secara terstruktur sudah dimulai dari kisruh Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tidak terselesaikan. Kemudian, BUMN dikerahkan untuk mempengaruhi pilihan masyarakat dengan menggelontorkan dana CSR di daerah-daerah yang selama ini menjadi kantong pemilih pasangan Prabowo-Sandiaga.

“Untuk dapat suara, Program Keluarga Harapan di suatu daerah turun empat hari sebelum Pilpres. Bantuan Dana Desa dipercepat. Ini sistematis sekali penggunaan APBN,” jelasnya.

Oleh karenanya, mantan Sekretaris Kementerian BUMN ini meminta agar segala kecurangan ini segera dihentikan. Karena kecurangan- kecurangan yang terjadi saat ini mengancam kedaulatan Indonesia.

“Kalau cara-cara ini diteruskan, saya simpulkan bahwa siapa pun bisa jadi presiden asal disetujui raja kecurangan yaitu cukong-cukong penguasa. Bila demikian, kedaulatan negeri ini sudah terancam,” pungkas Said Didu.

Diketahui, tim BPN Prabowo-Sandi telah menemukan kecurangan yang  yang terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif. Sebagai contoh, dalam penghitungan situng milik KPU, namun dalam hal ini KPU membantah telah terjadi kecurangan.

Namun dengan kecerdasan masyarakat, mereka dapat menilai siapa yang benar dan siapa yang tengah berbohong menutupi kecurangan.