NasionalPolitik

Banyak Kejanggalan, Saksi 02 Enggan Tandatangan Hasil Rekap DKI Jakarta

Banyak Kejanggalan, Saksi 02 Enggan Tandatangan Hasil Rekap DKI Jakarta (pojokpos.com)Banyak Kejanggalan, Saksi 02 Enggan Tandatangan Hasil Rekap DKI Jakarta

Saksi dari kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno tidak mau menandatangani hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU DKI Jakarta. Mereka lebih memilih mengisi form DC2 berisi nota keberatan.

Adalah Ahmad Fauzi, saksi Prabowo-Sandi mengatakan, pihaknya memiliki data berbeda terkait jumlah pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK). Karenanya, atas dasar itulah dia enggan menandatangani.

“Kita melihat ada kurang sinkron angka kita minta form keberatan aja,” kata Fauzi di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (17/5).

Berdasarkan hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU DKI Jakarta, pasangan Jokowi – Ma’ruf meraih sebanyak 52 persen suara. Sementara itu pasangan Prabowo – Sandi mendapat sebanyak 48 persen suara.

Banyak Kejanggalan, Saksi 02 Enggan Tandatangan Hasil Rekap DKI Jakarta (pojokpos.com)
Banyak Kejanggalan, Saksi 02 Enggan Tandatangan Hasil Rekap DKI Jakarta

Diketahui, Daftar Pemilih Khusus adalah daftar warga yang memiliki hak pilih tapi tidak terdata dalam DPT. Mereka bisa memilih cukup dengan membawa e-KTP di Tempat Pemungutan Suara (TPS) terdekat sesuai alamat pada e-KTP.

Fauzi menduga ada kejanggalan. Dia menjelaskan bahwa jumlah Daftar Pemilih Khusus (DPK) mencapai sekitar 225 ribu orang. Mereka mendaftar di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada pukul 12.00 WIB.

Fauzi juga curiga saat jumlah partisipasi pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK) mencapai 98 persen. Menurut dia hal tersebut tidak lazim.

“Sejarah pemilih dunia, itu paling tinggi 78 persen. Ini mendekati 98 persen, itu yang kami curigakan membuat kami menolak,” jelas Fauzi usai perhitungan suara.

Namun demikian, KPU DKI Jakarta tetap mengesahkan hasil perhitungan suara tingkat provinsi. Pasangan Jokowi – Ma’ruf menang di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Kepulauan Seribu. Kemudian untuk wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur, pasangan Prabowo – Sandi meraup suara lebih banyak.