NasionalPolitik

Paman Harun Diintervensi, Disuruh Tanda Tangan Agar Tidak Menuntut 

Paman Harun Diintervensi, Disuruh Tanda Tangan Agar Tidak Menuntut (pojokpos.com)Paman Harun Diintervensi, Disuruh Tanda Tangan Agar Tidak Menuntut 

Salah satu korban yang jatuh pada kerusuhan 22 Mei, Muhammad Harun Rasyid (15) yang meninggal dunia dengan luka tembak persis di dada sebelah kiri. Paman korban, Nurman mengaku bahwa ia diintervensi saat ingin mengambil jenazah keponakannya.

Nurman diminta tanda tangan agar tidak menuntut. Jika ia tidak mau memberikan tanda tangan, maka jenazah Harun tidak bisa diambil.

“Saya suruh tanda tangan untuk tidak menuntut. Ada intervensi ke saya. Kalau gak mau tanda tangan jenazah gak bisa keluar,” jelas Nurman

Diketahui, Harun merupakan salah satu korban yang meninggal pada saat kerusuhan 22 Mei 2019. Harun meninggal dunia dengan luka tembak persis di dada sebelah kiri.

Nurman kemudian menceritakan, bahwa Harun pergi saat malam 22 Mei saat kerusuhan pecah di sekitar Jalan Brigjen Katamso, Slipi, Jakarta Barat. Menurut Nurman, Harun pergi bersama dua orang temannya berangkat dari kediaman di Duri Kepa.

Salah satu korban kerusuhan 22 Mei, Muhammad Harun Rasyid (15) (pojokpos.com)
Salah satu korban kerusuhan 22 Mei, Muhammad Harun Rasyid (15)

Dikatakan Nurman, kemungkinan Harun pergi saat itu dikarenakan rasa penasaran ingin melihat ada keramaian. “Dia penasaran mungkin. Temannya bilang, kita lihat yuk,” ujar Nurman, Jumat malam (24/5).

Namun, meninggalnya Harun baru diketahui oleh pihak keluarga pada Kamis malam, 23 Mei 2019. Nurman menuturkan, kabar meninggalnya Harun, lantaran ada relawan yang mengabarkan dan memfoto Harun.

Kemudian, pada Jumat pagi (24/5), pihak keluarga baru mengambil jenazah Harun di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Sebelumnya, meski diketahui Harun meninggal, saat itu Harun dibawa ke Rumah Sakit Dharmais. Dari RS Dharmais, kata Nurman, jenazah Harun langsung diambil oleh pihak Kepolisian dan dibawa ke RS Polri.

Nurman juga memastikan, bahwa dalam video yang memperlihatkan seseorang tengah dipukuli oleh sejumlah petugas berpakaian Brimob di sebuah kompleks masjid adalah bukan Harun. Nurman mengatakan bahwa saat di RS Polri, ia melihat Harun mendapatkan luka tembak persis di bagian dada sebelah kiri.

“Saat di RS Polri saya lihat luka tembak. Luka tembak persis di bagian dada sebelah kiri,” ungkap Nurman.

Namun demikian, hal tersebut harus tetap diusut tuntas. Karena dengan begitu pihak aparat tidak seenaknya menembak warga sipil yang tak berdosa.